Jadwal Live Streaming Persipura Liga 1 Indonesia Malam ini

jadwal live streaming persipura Liga 1 Indonesia Malam ini Dua pertandingan awal memanglah belum juga dapat menerangkan semuanya. Tetapi dua pertandingan perdana Persipura Jayapura musim ini, yang selesai dengan satu hasil seri serta satu kemenangan, menunjukkan kalau mereka masih tetap belum juga dapat terlepas dari beban ambisi jadi juara bertahan : mematahkan misteri tidak sempat ada yang dapat menjaga juara di Liga Indonesia.

Mulai sejak Persib Bandung memenangkan Liga Indonesia edisi perdana pada 1995, hingga saat ini beralih format jadi Indonesia Super League (ISL), tidak sempat ada tim juara yang sukses menjaga titel juaranya. Tidak ada satu juga club yang sukses jadi juara Liga Indonesia dua musim berturut-turut.

Bicara mengenai misteri juara di liga Indonesia, tim Mutiara Hitam ini memanglah menarik untuk dibicarakan. Terkecuali belum juga dapat jadi juara dua musim berturut-turut, titel juara yang diambil mempunyai alur sendiri.

Yang pertama, Persipura senantiasa merebut titel juara pada th. ganjil. Di final Liga Indonesia V, Rahmad Darmawan mesti sulit payah untuk mengantarkan titel juara ke tanah Papua dengan menundukkan Persija Jakarta. Kemenangan final dramatis lewat gol perpanjangan saat Ian Louis Kabes itu berlangsung pada 25 September 2005.

Jadi juara di th. ganjil itu lalu diteruskan Persipura di masa Indonesia Super League (ISL). Dikerjakan Jacksen F Thiago yang datang menukar Raja Isa, juara di pastikan datang ke Persipura sesudah bebrapa sekali lagi menaklukkan Persija 3-1 pada 17 Mei 2009. Jacksen juga yang mengantarkan Boaz Solossa dkk., finish dengan unggul delapan point atas Arema Indonesia di ISL 2011 yang selesai 11 Juni 2011. Trofi ISL ke-3 yang diangkat di Gelora Bangkalan Madura juga berlangsung di th. ganjil, yaitu 5 September 2013.

Misteri setelah itu, tak tahu mengapa catatan juara Persipura di ISL senantiasa dicapai dalam selang dua th.. Bahkan juga ada yang mengkaitkan catatan titel juara mereka dengan alur tahunan 4-2-2-2 raihan cincin juara San Antonio Spurs di NBA. Spurs jadi juara 1999, 2003, 2005 serta 2007. Sesaat Persipura, 2005, 2009, 2011, 2013. Kaitan yang tampak lucu. Sebab seakan mengajak Persipura untuk ikuti jejak Spurs puasa titel sepanjang tujuh th. sampai sekarang ini.

Misteri-misteri itu hanya bungkus luar. Persipura sejatinya diselimuti pertanyaan besar yang tidak kunjung terjawab, " Bagaimana bermain terlepas tanpa ada status juara bertahan? " Ya, tim asal Bumi Cendrawasih ini seringkali terbebani dengan titel juara yang dicapai pada musim terlebih dulu.

Selesai merebut titel juara Ligina V 2005, euforia menerbangkan mereka. Titel itu buat Persipura jemawa di th. selanjutnya. Alih-alih mencari pengganti sebanding atau lebih tinggi dari Rahmad Darmawan yang hengkang ke Persija, mereka merekrut Antonio Gonzaga Netto. Akhirnya? Jeblok!

Pelatih asal Brasil yang dalam tiga musim terlebih dulu mengantarkan dua titel Malaysia Premier One untuk Perak FA itu tidak dapat banyak berbuat. Jangankan membawa Persipura lolos final atau Sesi Delapan Besar, Persipura cuma dapat finish di posisi 8 dari 14 club peserta Lokasi Timur Ligina 2006.

Euforia berlebihan itu lalu diminimalkan Jacksen yang mulai mengantarkan Persipura memenangkan ISL pada musim 2009. Mutiara Hitam terhitung tampak stabil. Walaupun tidak berhasil menjaga titel juara, di tangan Jacksen paling tidak Persipura tidak sempat keluar dari zone persaingan perebutan juara. Bila tidak juara, ya runner-up. Tetapi, seperti yang telah dijelaskan diatas barusan, Jacksen cuma meminimalkan. Beban jadi juara bertahan tetaplah ada waktu memulai musim.

Pada musim 2009-2010, Persipura memanglah tampak digdaya di pertengahan sampai akhir pertandingan. Mereka sukses cetak rekor tidak terkalahkan sepanjang 20 pertandingan, termasuk juga menghajar Arema Indonesia 4-1, waktu ke-2 tim keduanya sama tersisa lima pertandingan. Cuma saja Persipura tetaplah tidak dapat menjaga titel. Start jelek Persipura yang buat Arema melenggang ke tangga juara. Arema yang tidak terkalahkan pada sembilan pertandingan awalannya, tidak dapat dikejar Persipura yang ketinggalan 6 angka diakhir musim.

Beban juara kembali menghalangi Persipura selesai jadi juara ISL 2010-2011. Pertandingan perdana sang juara bertahan pada musim 2011/2012 yang berjalan pada 1 Desember 2011 di Stadion Mandala cuma selesai satu angka. Mereka ditahan Persiba Balikpapan 3-3. Jacksen lalu menghidupkan sekali lagi Persipura di pertengahan musim meski titel juara pada akhirnya jatuh ke tangan Sriwijaya FC. Mutiara Hitam mesti ikhlas kembali jadi runner-up.

Membedah Kemampuan Persipura Musim Ini

Dengan lihat dua pertandingan awal pada ISL 2014 ini, penyakit Persipura seperti yang bebrapa telah belum juga hilang. Pencapaian empat point Persipura dari dua pertandingan awal musim ini memanglah tambah baik daripada waktu jadi juara musim kemarin dengan dua angka dari dua pertandingan perdana. Tapi, dua angka musim kemarin itu dicapai waktu mereka away melawan Persib Bandung serta Persita Tangerang. Sesaat saat ini dua pertandingan itu terwujud di kandang. Serta, satu diantara tim yang menahan mereka 2-2 di Stadion Mandala yaitu tim yang musim kemarin mereka hajar 4-0 ditempat yang sama, Persepam Madura United.

Kebobolan dua gol di Stadion Mandala juga melukiskan kalau pertahanan tim bimbingan Jacksen F Thiago ini tengah bermasalah. Hengkangnya Ricardo Salampessy ke Persebaya Surabaya serta Otavio Dutra ke Persegres (Gresik United) serta Ortizan Solossa ke Persiram Raja Ampat terang turut andil menggerogoti kemampuan pertahanan mereka. Perombakan di lini belakang itu sesungguhnya satu diantara hal yang tidak dikehendaki kapten Boaz Solossa.

" Saya rasa kami Persipura senantiasa eksis di lima besar atau persaingan perebutan juara, karna 80% yaitu pemain yang sama. Tak ada perombakan yang besar. Kami cuma menaikkan kemampuan yang ada, " tutur Boaz selesai mengangkat trofi ISL di Gelora Bangkalan musim kemarin.

Ambisi untuk mematahkan misteri rekor jadi juara dua th. berturut-turut diatas juga terganjal karna perombakan itu. Sebab, kenyataannya Ricardo serta Ortis yaitu dua dari paket delapan pemain yang memboyong 3x titel juara ISL ke Persipura. Enam pemain yang lain yaitu Boaz, Bio Paulin, Ian Louis Kabes, Yustinus Pae, Gerald Pangkali, serta Imanuel Wanggai.

Terkecuali perombakan di lini belakang, dari dua pertandingan awal juga tunjukkan begitu Persipura sesungguhnya masih tetap mempunyai ketergantungan dengan Boaz yang masih tetap tidak hadir karna cedera. Pada Inter Island Cup (IIC) 2014 terlebih dulu juga tampak.

Tanpa ada sang kapten, mereka tidak berhasil maju ke sesi selanjutnya walau sesi penyisihan di gelar di Stadion Mandala. Walau sebenarnya di IIC edisi th. terlebih dulu yang penyisihannya jadi di gelar di Malang, Persipura tidak berhasil ke Sesi Delapan Besar cuma kalah tos koin dengan Arema Cronous. Waktu itu Boaz memanglah pernah tampak sebagian menit, itu juga di kompetisi ke-3.

Ganjalan yang lain yang tentu datang yaitu konsentrasi yang juga akan terpecah. Pada menjaga mahkota juara atau memburu ambisi yang lain, prestasi di level Asia. Ya, Persipura juga akan kembali tampak di AFC Cup th. ini serta melakukan perbaikan prestasi mereka di pertandingan kasta ke-2 antar club se-Asia itu. Di AFC Cup 2011 lantas, langkah mereka dihentikan Arbil SC. Dua kompetisi melawan club Irak yang dilangsungkan selang tiga bln. dari waktu mereka jadi juara ISL 2010-2011, tidak sempat dimenangkan Persipura. Menyerah 0-1 di Irak dan takluk 1-2 di Jayapura.

Bila AFC 2011 itu di gelar waktu rehat perubahan musim ISL, musim ini diprediksikan juga akan diawali waktu ISL tengah berjalan. Semakin buat Jacksen bingung memanglah. Tapi, malah berikut yang menarik untuk dinanti.

Akankah mereka yang barusan melego tiga pemain bertahannya juga akan menjawab hal tersebut dengan pertaruhan sekali lagi? Bertaruh dengan mengorbankan satu diantara ambisi mana yang juga akan diambil. Pada mematahkan rekor juara Liga Indonesia atau mencapai jejak lebih tinggi di level Asia.

Juga akan jadi satu perjudian yang besar bila ke-2 ambisi itu tetaplah dikejar. Sebab, mereka sendiri belum juga dapat menjawab misteri beban juara yang menyelimuti Persipura di bebrapa pertandingan awalannya.

Persipura Jayapura adalah tim yang mempunyai banyak pengalaman di pertandingan antarklub Asia. Terdaftar, Mutiara Hitam telah tampak 2 kali di Liga Champions Asia serta 2 kali di Piala AFC.

Persipura sesungguhnya memiliki hak tampak di Liga Champions Asia 2006. Tetapi, waktu itu Mutiara Hitam batal berperan serta karna PSSI terlambat mendaftarkan pemain.

Pada akhirnya, Persipura tampak di Liga Champions Asia 2010. Tergabung dengan Kashima Antlers (Jepang), Jeonbuk Hyundai Motors (Korea Selatan), serta Changchun Yatai (Tiongkok), Mutiara Hitam tidak dapat banyak berbuat.

Persipura mesti tenggelam di juru kunci karna alami 5 kekalahan dari 6 kompetisi. Kekalahan telak sekian kali dihadapi Persipura, termasuk juga kalah 0-9 dari Changcun Yatai dan dipermalukan 0-8 oleh Jeonbuk. Persipura cuma dapat cetak 4 gol serta kebobolan 29 kali.

Peluang kembali datang di Liga Champions 2012. Tetapi, kesempatan ini Mutiara Hitam tidak berhasil masuk ke sesi paling utama selesai kalah 0-3 dari Adelaide United (Australia) di partai playoff.

Prestasi Persipura di Piala AFC tambah lebih baik. Dalam dua partisipasi, pada 2011 serta 2014 Mutiara Hitam senantiasa sukses mengambil langkah jauh.

Pada 2011, Persipura berhasil melaju sampai sesi perempat final. Lolos jadi runner-up Group H, Persipura menantang Song Lam Nghe An di perempat final. Hebatnya, wakil Vietnam itu ditekuk 1-3 di markasnya, Vinh Fase.

Sayang, perjalanan Persipura berhenti di perempat final. Mereka ditaklukkan wakil Irak, Arbil dengan agregat 1-3.

Persipura kembali tampak mengesankan di Piala AFC th. ini. Mereka mencatat histori jadi tim Indonesia pertama yang menembus semi final.

Langkah Persipura menuju semi final dapat disebut mengagumkan. Wakil Myanmar, Yangon United digasak 9-2 di sesi 16 besar. Setelah itu, juara bertahan, Al Kuwait di buat tidak berdaya. Persipura menang 6-1 di Mandala serta lolos dengan agregat 8-4.

Sayang, perjalanan Persipura selesai antiklimaks di semi final. Mutiara Hitam ditaklukkan Al Qadsia dengan agregat mencolok 2-10. Persipura bahkan juga dipermalukan 0-6 dihadapan pendukung sendiri.

Pada 2015, jadi partisipasi ke-3 Persipura di Piala AFC. Menginginkan tahu siapapun lawan Persipura? Baca komplitnya dengan mengklik tautan ini jadwal persipura Liga 1 Indonesia live streaming Malam ini